Hipotensi merupakan kondisi ketika tekanan darah arteri berada di bawah nilai yang diperlukan untuk mempertahankan
perfusi organ secara optimal. Walaupun sering dianggap berkaitan langsung dengan kadar hemoglobin yang rendah, secara
fisiologis hipotensi merupakan akibat gangguan keseimbangan antara curah jantung, volume darah, dan resistensi vaskular
sistemik. Penurunan tekanan darah akan mengurangi perfusi jaringan, termasuk ginjal, sehingga memicu aktivasi berbagai
mekanisme kompensasi, salah satunya peningkatan produksi eritropoietin (EPO). Eritropoietin kemudian merangsang
eritropoiesis di sumsum tulang untuk meningkatkan kapasitas darah dalam membawa oksigen. Namun, peningkatan EPO
tidak selalu diikuti peningkatan hemoglobin apabila terdapat kekurangan zat besi, vitamin B12, asam folat, atau gangguan
fungsi sumsum tulang. Artikel ini bertujuan menjelaskan secara komprehensif mekanisme terjadinya hipotensi, hubungan
fisiologis dengan eritropoietin dan hemoglobin, serta berbagai faktor yang memengaruhi respons kompensasi tubuh