Latar Belakang: Terapi bekam merupakan salah satu metode komplementer yang telah lama
digunakan di berbagai negara dan juga dikenal dalam tradisi Islam. Dalam praktiknya, jumlah serta
karakteristik darah yang keluar saat bekam bervariasi antarindividu. Hingga saat ini, faktor-faktor
yang memengaruhi fenomena tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Tujuan: Mendokumentasikan pola observasi pada klien dengan hipotensi yang menjalani terapi
bekam serta mengajukan hipotesis mengenai mekanisme fisiologis yang mungkin berperan.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional deskriptif berdasarkan pengalaman
praktik terapi holistik. Observasi dilakukan terhadap lebih dari 50 klien yang memiliki riwayat
tekanan darah rendah (hipotensi) dan menjalani terapi bekam. Data dikumpulkan melalui
pengamatan langsung terhadap karakteristik darah yang keluar selama prosedur.
Hasil: Sebagian besar klien dengan hipotensi menunjukkan volume darah yang relatif sedikit saat
terapi bekam. Pada sebagian klien yang mengeluarkan darah lebih banyak, darah secara visual
tampak lebih encer dibandingkan karakteristik darah yang umum dijumpai pada klien lain.
Kesimpulan: Pola observasi ini menunjukkan adanya kemungkinan hubungan antara kondisi
hipotensi dengan karakteristik darah yang keluar saat bekam. Salah satu hipotesis yang
memungkinkan adalah keterlibatan mekanisme eritropoiesis, termasuk peran hormon eritropoietin
(EPO). Namun, hipotesis ini masih memerlukan pengujian melalui penelitian laboratorium dan studi
analit